Untuk kedua kalinya Chelsea pecat Jose Mourinho

1-jose-mourinho-chelsea

Jose Mourinho dipecat oleh Chelsea untuk kedua kalinya, setelah tujuh bulan pasca memenangkan Liga Primer Inggris.

Pelatih 52 tahun ini dipecat dengan Chelsea berada di urutan 16 divisi utama dan hanya terpaut satu angka di atas zona degradasi setelah rangkaian hasil buruk dari Sembilan kekalahan dalam 16 pertandingan.

Sky Sports memberitakan jika Mourinho dipanggil ke pusat latihan di Cobham di sebuah rapat dengan presiden Bruce Buck dan direktur Eugene Tenenbaum sebelumnya di Kamis siang, yang berlangsung tidak lebih dari 10 menit.

Dan tepat pukul 2 sore masa jabatannya sebagai manajer Chelsea resmi berakhir setelah 30 bulan dan 136 pertandingan, meski berhasil mempersembahkan gelar ketiganya dan juga gelar keempat Liga Primer bagi klub dengan margin delapan angka bulan Mei lalu.

Sky Sports melaporkan jika Chelsea punya calon pengganti yang siap melatih tetapi Carlo Ancelotti, yang membawa Chelsea meraih gelar double Liga Primer dan FA Cup di tahun 2010 sebelum dipecat di musim berikutnya, tidak masuk ke dalam kandidat utama dengan Guus Hiddink, mantan bos the Blues lainnya, merupakan favorit untuk mengambil alih jabatan ini secara temporer.

Hiddink memenangkan FA Cup bersama Chelsea tahun 2009 ketika dia juga membagi tugas dengan pekerjaan di tim nasional Rusia setelah menggantikan Luiz Felipe Scolari. Dia juga siap melatih setelah dipecat sebagai pelatih Belanda saat gagal membawa mereka lolos ke Euro 2016.

Pernyataan resmi Chelsea berbunyi: “Chelsea Football Club dan Jose Mourinho hari ini sepakat untuk berpisah. Semua di kubu Chelsea berterimakasih atas kontribusi besarnya sejak dia kembali sebagai manajer di tahun 2013.

Tiga gelar liganya, FA Cup, Community Shield dan tiga trofi Piala Liga selama dua kali melatih membuatnya jadi manajer paling sukses dalam 110 tahun sejarah kami.

“Tetapi baik Jose dan direktur sepakat jika hasil yang diraih musim ini tidak cukup baik dan percaya keputusan ini adalah yang terbaik bagi kedua belah pihak.”